Dr. Hamzah Ya’kub
"Ketentraman, kedamaian, kepuasan dan ketenangan jiwa yang dirasakan oleh orang-orang yang berbahagia itu akan selalu dianugerahkan kepada yang mendekap mesra keimanan dalam dadanya."
asy-Syeh Muhammad Abduh
"Kemuliaan ialah membangun umat yang telah binasa, membuka selubung kebodohan mereka, memberi peringatan dan petunjuk (hidayah), menuntut hak yang terampas, mengingatkan akan kemuliaan yang hilang."
Khalifah Ali bin Abi Thalib
"Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan."
Sufyan ats-Sauri
"Ilmu dinilai bermanfaat bila disertai amal. Manusia yang paling bodoh ialah yang membiarkan dirinya bodoh tanpa mau berusaha meningkatkan ilmunya. Manusia paling pandai ialah yang mengandalkan diri pada ilmunya."
asy-Syahid Hasan al-Banna
"Islam adalah risalah kehidupan yang menyeluruh (komprehensif), risalah seluruh umat manusia (universal), risalah seluruh alam dan risalah zaman."
Agustus 15, 2011
Shalat Tarawih
Agustus 09, 2011
Khusyu' dalam Sholat
Juni 25, 2011
Tata cara Bersuci Bagi Orang yang Sakit
Ini adalah risalah yang cukup ringkas yang berisi beberapa penjelasan mengenai thoharoh (bersuci) dan shalat yang khusus ditujukan bagi orang yang dirundung sakit. Perlu diketahui bahwa orang yang dirundung sakit memiliki hukum khusus dalam thoharoh (bersuci) dan shalat sesuai dengan keadaan mereka, yang juga hal ini diperhatikan oleh syari’at islam. Sesungguhnya Allah mengutus Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ajaran yang lurus, toleran dan ajaran tersebut selalu mendatangkan kemudahan bagi hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
Tata Cara Sholat Bagi Orang yang Sakit
Pertama; wajib bagi orang yang sakit mengerjakan shalat fardhu dalam keadaan berdiri, walaupun tidak bisa berdiri tegak (berdiri miring), atau bersandar pada dinding atau tongkat.
Kedua; jika tidak mampu shalat sambil berdiri, dia diperbolehkan shalat sambil duduk. Ketika shalat sambil duduk, yang paling utama jika ingin melakukan gerakan berdiri (qiyam) dan ruku’ adalah dengan duduk mutarobi’an (duduk dengan kaki bersilang di bawah paha). Sedangkan jika ingin melakukan gerakan sujud, yang lebih utama adalah jika dilakukan dengan duduk muftarisyan (duduk seperti ketika tasyahud awwal).
Mei 15, 2011
Panduan Sholat Taubat
Mei 09, 2011
Panduan Sholat Fardhu
Artinya: Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh[ ]. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
Oktober 20, 2010
Sholat Shubuh hanya 2 Raka'at, Tapi Ujian Terberat
September 25, 2010
Manfaat dan Hikmah Shalat Berjama'ah

















